Sunday, October 17, 2010

Enjoy Riding Bike

Sunday, October 17, 2010

Apabila anda pengendara sepeda motor, ada baiknya kita mulai memperhatikan aturan-aturan sebagai berikut:

1. Selalu gunakan helm dan alat pengamanan lainnya. Jangan melakukan modifikasi yang merusak standar keamanan berkendara, contoh-contohnya:
- merubah lampu rem dari warna merah ke warna lain karena warna merah adalah untuk berhenti;
- menukar warna antara lampu-lampu di kendaraan karena setiap warna lampu mempunyai arti sendiri-sendiri;
- memasang lampu blitz (flash lamp) baik di depan maupun di belakang kendaraan karena bisa membutakan mata pengendara lain;
- tidak menggunakan/mematikan lampu-lampu standar (baik lampu depan, lampu belakang, lampu rem maupun sein).

2. Berkendara di lajur paling kiri di jalan. Ini penting sekali karena sepeda motor adalah kendaraan yang beroda dua dengan kecepatan yang terbatas, maka lajur kiri adalah lajur yang paling aman, jadi bukan diskriminasi antara mobil dan sepeda motor. Pengecualian terhadap aturan ini adalah ketika sepeda motor hendak memutar balik (bahasa kerennya “U turn”).

3. Berjalan lurus di satu jalur. Jangan berganti-ganti lajur, melakukan zig-zag ataupun menyalip diantara mobil atau bus. Apabila diperlukan untuk berpindah jalur (misal: ketika hendak memutar ataupun setelah memutar), berikan lampu sein minimal 50 meter sebelum berpindah jalur.

4. Lampu merah artinya BERHENTI. Seringkali kita mengajarkan anak kita bahwa bila lampu lalu lintas berwarna merah adalah tanda berhenti bagi kendaraan dan tidak ada pengecualian terhadap hal ini. Tetapi yang kita lakukan dijalan sering sebaliknya. Merasa bahwa jalan didepan lampu lalu lintas kosong, maka seringkali pengendara sepeda motor menerobos lampu merah.

5. Berhenti di garis putih lampu lalu lintas. Selalu berhenti di belakang garis putih pada saat berhenti di lampu lalu lintas (sebutan yang dikenal adalah: lampu merah/lampu hijau/lampu setopan. Jangan menerobos lampu merah karena “tanggung”. Apabila sudah melihat kuning, JANGAN INJAK GAS, tetapi injak rem untuk bersiap menghentikan kendaraan.

6. Jangan menggunakan trotoar. Trotoar adalah lajur untuk pejalan kaki, jadi jangan menggunakan trotoar sebagai tempat melajunya sepeda motor atau tempat parkir motor anda. Carilah tempat parkir yang sudah disediakan, atau parkir di gedung, lapangan atau pinggir jalan yang sepi kendaraan.

7. Antri berkendara. Salah satu penyebab macet-nya jalanan adalah para pengendara termasuk sepeda motor tidak mau berhenti untuk antri. Ketika ada kendaraan keluar dari jalan yang lebih kecil, ketika kendaraan ada yang keluar dari tempat parkir, ataupun ketika kendaraan didepan berhenti karena macet, sringkali kita tidak mau berhenti untuk menunggu, tetapi berusaha berpindah jalur atau mengambil jalur yang berlawanan. Hal ini menyebabkan kendaraan yang jalurnya dipakai secara tiba-tiba harus berhenti juga dan mengakibatkan semua lajur terhenti.

8. Selalu atuhi rambu lalu lintas. Penting sekali bagi kita untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan hanya patuh pada saat polisi atau di jalan-jalan protokol saja, tetapi juga di jalan-jalan kecil. Banyak sekali pengendara motor yang sering melawan arah, parkir seenaknya atau malah melewati lampu merah.
 
9. Sopan berkendara. Jangan memaki memukul atau menendang kendaraan lain karena belum tentu anda diserempet karena kesalahan orang lain. Mungkin itu kesalahan kita… dan kemungkinan itu besar sekali…!!!
 
http://denyutrc.wordpress.com/2007/12/25/enjoy-riding-bike/#more-26



Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

 

Title

About Me

My photo
My Hobby are browsing internet, learn, and listening the music's
free counters

BLOG ARTIKEL DAN HUMOR is proudly powered by Blogger.com | Template by Blog Zone